Thursday, August 20, 2009
Tukang Bakso Bukit Gading Balaraja telah pergi
Monday, August 03, 2009
Peran Visitek: Oracle Berikan Penghargaan kepada 11 Konsumen Terbaik
JAKARTA, KOMPAS.com - Oracle Indonesia baru-baru ini mengadakan Customer Appreciation Day untuk memberikan penghargaan kepada konsumen yang telah berhasil menggunakan portfolio solusi enterprise dan pelayanan Oracle. Para penerima penghargaan untuk tahun ini berasal dari berbagai industri seperti layanan keuangan, telekomunikasi, kesehatan, manufaktur, farmasi dan ritel.
"Di saat Oracle memperluas portofolio bisnis dan solusi, konsumen kami di Indonesia juga akan menikmati keuntungan dari penggunaan teknologi dan aplikasi Oracle dalam menciptakan inovasi, solusi yang terdepan di pasar untuk perusahaan mereka," ujar Natasak Rodjanapiches, Regional Managing Director of Oracle ASEAN dalam siara persnya.
Penghargaan tersebut Sebelas perusahaan yang menerima penghargaan dari Oracle adalah:
1. PT. Pertamina (Persero) atas implementasi SAP pada penerapan Oracle Real Application Cluster
2. PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang mengadopsi solusi Oracle tercanggih dalam industri telekomunikasi di Indonesia
3. PT. Metro Batavia sebagai perusahaan yang mengimplementasikan Oracle Grid paling besar di Indonesia
4. PT. Matahari Putra Prima yang menjadi konsumen pertama Retek di Indonesia
5. PT. Federal International Finance yang mengadopsi Oracle Advanced Customer Services tercanggih
6. Bank BRI Syariah yang mengadopsi Teknologi Oracle di bidang Perbankan Islam
7. PT. Jasa Marga Tbk yang mengadopsi solusi Oracle Application Solution Suite secara lengkap di segmen BUMN
8. PT. Gudang Garam yang pertama kali menggunakan Siebel dan Demantra untuk sektor manufaktur, ritel dan distribusi di Indonesia
9. PT. Kalbe Farma sebagai konsumen Oracle E-Business Suite R12, Enterprise Asset Management pertama di industri farmasi
10. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sebagai yang pertama menggunakan Oracle Service Delivery Platform di Indonesia
11. PT. Perusahaan Percetakan Uang RI sebagai konsumen yang pertama menggunakan Oracle Manufacturing Execution System (MES) di Indonesia.
Sunday, August 02, 2009
Cerita Menggugah: Hapalan Quran Anak Balita
Assalamu’alaikum Saya tinggal di Iran dan punya usia anak empat tahun. Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke sekolah hafiz Quran untuk anak2. Setelah masuk…, wah ternyata unik banget metodenya. (Siapa tau bisa dijadikan masukan buat akhwat2 yg berkecimpung di bidang ini.) Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin juz’amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar misalnya, gambar anak lagi cium tangan ibunya, (di rumah, anak disuruh mewarnai gambar itu), lalu guru cerita ttg gambar itu (jadi anak harus baik…dll).
Kemudian, si guru ngajarin ayat “wabil waalidaini ihsaana/Al Isra:23” dengan menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu), misalnya, “walidaini”, isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan ayah). Jadi, anak2 mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka belajar membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz’amma.
Suasana kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas, sampai pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik, manis, pintar…dll) dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak, mulai dari gambar tempel, pensil warna, mobil2an, dll. Habis baca doa, anak-anak diajak senam, baru mulai menghapal ayat.
Itupun, sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak2 saling berebut memberikan pendapatnya. (Sayang anak saya krn masalah bahasa, cenderung diam, tapi dia menikmati kelasnya). Setelah berhasil menghapal satu ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. Oya, para ibu juga duduk di kelas, bareng2 anak2nya. Kelas itu durasinya 90 menit .
Hasilnya? Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air akan terlalu besar, anak saya akan nyeletuk, “Mama, itu israf (mubazir)!” (Soalnya, gurunya menerangkan makna surat Al A’raf :31 “kuluu washrabuu walaatushrifuu/makanlah dan minumlah, dan jangan israf/berlebih2an). Waktu dia lihat TV ada polisi ngejar2 penjahat, dia nyeletuk “Innal hasanaat tushrifna sayyiaat/ Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan” (Hud:114).
Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dgn temannya ttg orang lain, anaknya akan nyeletuk “Mama, ghibah ya?” (soalnya, dia sudah belajar ayat “laa yaghtab ba’dhukum ba’dhaa”/Mujadalah:12). Anak saya (dan anak2 lain, sesuai penuturan ibu2 mereka), ketika sendirian, suka sekali mengulang2 ayat2 itu tanpa perlu disuruh. Ayat2 itu seolah-olah menjadi bagian dari diri mereka. Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung.
Tapi, setelah diajarkan ayat ttg jilbab (An-Nur:31), mereka langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan jilbab. Anak saya, ketika ingkar janji (misalnya, janji nggak main lama2, trus ternyata mainnya lama), saya ingatkan ayat “limaa taquuluu maa laa taf’alun” (As-Shaf:2)…dia langsung bilang “Nanti nggak gitu lagi Ma…!” Akibatnya, jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati, ayat itu pula yang keluar dari mulutnya!
Setelah tanya2 ke pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti ini, tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak2 kepada Al Quran. Anak2balita itu di masa depan akan mmpunyai kenangan indah ttg Al Quran. Saya pikir2 benar juga. Saya ingat, dulu waktu kecil pergi ke TPA (Taman Pendidkan Al Quran) di Indonesia, rasanya maless..banget (Kalo nggak dipaksa ortu, nggak jalan deh).
Bagi saya, TPA identik dengan beban berat, PR yaang banyak, hapalan bejibun, guru galak, dsb. Pernah saya dengar, di sekolah Kristen anak2 diberi hadiah dan dikatakan kepada mereka bahwa itu dari Yesus. Nah, kenapa kita kaum muslim yang meyakini bahwa agama kitalah yang paling benar, tidak meniru cara ini agar anak2 merasa cinta kepada Allah dan Quran?
Bagaimanapun, dunia anak2 adalah dunia materi. Mereka baru bisa mencerap hal2 yang nyata, seperti hadiah (dan belum paham, pahala itu apa). Para orangtua teman sekelas anak saya juga pada cerita bahwa anak2nya malah nangis kalau nggak diajak ke sekolah. Malah, buat anak saya, ancaman tidak diantar ke sekolah adalah ancaman paling ampuh, kalau dia nakal (dia akan langsung nangis, hehehe…mamanya nakal ya?).
Metode pengajaran ayat Quran dengan menggunakan isyarat ini diciptakan oleh seorang ulama bernama Sayyid Thabathabai. Anak beliau yang pertama pada usia 5 tahun di bawah bimbingan beliau sendiri, sudah hapal seluruh juz Al Quran, berikut maknanya, hapal topik2nya (misalnya, ditanyakan, coba sebutkan ayat2 mana saja yg berbicara ttg akhlak kepada orangtua, dia akan menyebut, ayat ini..ini..ini..), dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Al Quran (misalnya ditanya; makanan favoritmu apa, dia akan menjawab “Kuluu mimma fil ardhi halaalan thayyibaa”(Al Baqarah:168).
Anak kedua juga memiliki kemampuan sama, tapi sedikit lebih lambat, mungkin usia 6 atau 7 tahun. Keberhasilan anak2 Sayyid Thabathabi itu benar-benar fenomental (bahkan anak pertamanya diberi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ulumul Quran oleh sebuah universitas di Inggris), sehingga sejak itu, gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil benar2 digalakkan di Iran.
Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji bersama orangtuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil di bawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran (jumlah ini lebih banyak kalau dihitung juga dengan anak lulusan dari sekolah2 lain). Salah satu tujuan Iran dalam hal ini (kata salah seorang guru) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin memecah-belah umat muslim, yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu beda/ lain daripada yg lain).
Saya pernah diskusi dgn teman saya dosen ITB, dia mengatakan bahwa metode seperti itu merangsang kecerdasan anak karena secara bersamaan anak akan melihat gambar, mendengar suara, melakukan gerakan-gerakan yang selaras dengan ucapan verbal, dll. Sebaliknya, menghapal secara membabi-buta, malah akan membuntukan otak anak.
Selain itu, menurut guru di Jamiatul Quran ini, pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang menghapal Quran dengan melalui proses isyarat ini (jadi mulai sejak balita sudah masuk ke sekolah itu) lebih berhasil dibandingkan anak-anak yang masuk ke sana ketika usia SD. Selain itu, menghapal Al Quran lengkap dengan pemahaman atas artinya jauh lebih bagus dan awet (nggak cepat lupa) bila dibandingkan dengan hapal cangkem (mulut).
Nah…segitu dulu pengalaman saya. Mudah2an ada manfaatnya.
Wassalam.
Dikutip dari penuturan Dina Sulaiman kpd Kafemuslimah
Wednesday, March 18, 2009
Akhirnya Bangkok diguyur hujan malam ini
Sebagai bagian dari pekerjaan rutin yang seharusnya dilakukan setiap hari, saya harus menyiram tanaman pot yang ada di beranda depan apartment. Pemiliknya meminta saya untuk menyiram tanaman-tanaman tersebut secara teratur. Ketika saya membuka gorden dan pintu beranda, saya melihat jalan di bawah agak basah. Saat itu saya masih beranggapan bahwa jalan tersebut sengaja dibasahi untuk proyek pengerjaan perbaikan jalan juga, meskipun ada terbesit dalam hati (keyakinan 50%) bahwa basahnya jalan dikarenakan hujan karena saya memperhatikan langit agak gelap, tidak seperti biasa.
Terakhir kali saya mendapati hujan disini adalah pada Desember 2008, ternyata sudah 3 bulan berlalu.
Alhamdulillah, semoga dengan hujan ini, rahmat, rahim, dan keberkahan dari Allah SWT tercurah bagi segala makhluk yang berada di bumi bagian Bangkok. Aamin.
Semoga bermanfaat.
Salam FUNtastics,
Noverino Rifai
Visit IslamResource
Saturday, February 14, 2009
Inna lillahi wa inna ilahi rooji'uun nenekku
Saturday, February 07, 2009
Aksi Diversifikasi di awal Februari 2009
Hari ini, dia memberitahukan lagi bahwa aktivitas kedua juga sudah dilakukan. Saya cukup lega. Sepertinya semangat ini muncul kembali, semangat yang sempat hilang beberapa minggu ini dikarenakan self pressure yang muncul akibat tuntutan kerja di kantor, sebagai cerminan responsibility terhadap pihak yang memberikan bayaran bulanan.
Dengan berita baik tersebut, saya mulai melanjutkan sejumlah homework yang ter-suspend selama masa dormant tersebut.
Semoga hal kecil yang kami lakukan pada minggu ini dapan memberikan dampak besar ke depannya, dan semoga dapat melebihi yang selama ini saya impikan. Itu semua demi satu hal, Diversifikasi, yang bagi saya merupakan alternatif ideal dalam menyongsong masa depan selama di dunia dan mendukung pencapaian yang mulia untuk negeri akhirat kelak. Aamin.
Terimakasih adikku, semoga yang engkau lakukan merupakan kunci gerbang diversifikasi yang selama ini dicari oleh keluarga kami.
Semoga bermanfaat.
Salam FUNtastics,
Noverino Rifai
Visit IslamResource
Friday, February 06, 2009
Meditasi hampa (Void Meditation), cukup 5 menit saja
Ada seorang senior di tim Batch, yang memiliki banyak pengalaman dan beberapa kali bekerja di Malaysia. Bapak tersebut memang senang sekali kalau diajak bertukar pikiran (read:debat sehat), meskipun saya merasa tidak enak kalau berdebat dengan beliau karena ketika berdebat, kadang bapak tersebut terlalu bersemangat dan terlena kalau banyak orang lain disekeliling kami, khawatirnya orang lain menganggap kami sedang bertengkar atau ada masalah pekerjaan. Padahal, yang kami debatkan adalah selalu mengenai hal-hal diluar kantor, seperti data mining (ini diluar pekerjaan lho, karena pekerjaan disana mengenai EAI-Enterprise Application Integration), life guidance, self consciousness, try everything once in your lifetime, reincarnation, meditation (yang insya Allah akan saya paparkan berikut ini), dan sejumlah topik menarik lainnya.
Diawali dengan informasi dari bapak itu bahwa kontrak kerja dengan PSC (Progress Software Corporation, an subsidiary company of Kasikorn Bank) akan berakhir 6 minggu lagi. Pihak PSC sudah memutuskan sejak akhir tahun lalu bahwa kontrak kerja tidak akan dilanjutkan. Dia merasa tinggal menunggu waktu, ditambah lagi dengan beban kerja saat ini yang tidak berat, karena Batch Team memiliki sisa 2 workshop (istilah yang digunakan untuk menunjukkan unit pekerjaan integration analysis-design dari dua atau lebih sistem yang dilaksanakan dalam satu schedule tunggal) untuk diselesaikan. Berhubung di Batch Team terdapat 5 orang tersisa termasuk beliau, dan workshop dijalankan oleh junior, sehingga tidak banyak yang dikerjakan olehnya secara pribadi. Sebagai contoh, hari ini dia hanya diminta menganalisis suatu permasalahan yang diajukan pada pagi hari, ternyata ide tersebut tidak disetujui oleh komite kerja, dan pada sore harinya, solusi akhirnya menggunakan ide tersebut juga. Itu membuat dia sedikit gemas, andaikan saja dari pagi anggota komite sudah menyadari bahwa solusi tersebut applicable, mereka tidak perlu menghabiskan waktu seharian mencari solusi.
Dari satu kegemasan itulah, cerita mengenai meditasi bin meditation dimulai.
Dia menjelaskan bahwa keadaan hari ini, yaitu kemampuan dia menyadari kebenaran, dipengaruhi oleh seringnya dia bermeditasi. Spontan saja, saya yang tidak mengharapkan dia mengatakan keyword tersebut jadi tergelitik menggali lebih jauh, karena kata-kata tidak lazim bagi kita yang spontan diucapkan seseorang tentu memiliki latar belakang sejarah perjalanan orang tersebut.
Dengan gayanya yang khas (nada agak tinggi seperti berdebat, diisi dengan bumbu emosi yang terkontrol, dan passion agar perkataannya dipahami oleh lawan bicara) dia menjelaskan mengenai meditasi yang saya simpulkan sebagai berikut:
- meditasi yang dilakukan secara teratur dan disiplin dapat memberikan power kepada pikiran kita untuk mengenali kebaikan dan keburukan. Kemampuan tersebut sebagai bagian dari pemikiran logis manusia. Karena dia mengatakan "logis", saya counter dengan pendapat bahwa kelogisan dan penilaian baik-buruk tidak selalu berada pada satu bagian otak yang sama, karena sepemahaman saya logis itu bagian dari otak kiri, dan baik-buruk tergantung konteks, bisa otak kanan (moral, etika, perasaan), bisa otak kiri (logika). Dia menjelaskan keberpaduan tersebut dengan konsep interkoneksi layer di bawah ini.
- dengan sering bermeditasi, pada otak kita akan terbentuk interkoneksi layer baru. Jika secara normal otak kita mengambil informasi yang tersimpan apa adanya, seperti sewaktu kita menyimpannya kedalam memori. Dengan meditasi, layer baru antara storage memory dan retrieval process terbentuk. Dengan layer tersebut, kita memperoleh value-added dari informasi yang mau kita ambil, yaitu mengenali apakah informasi itu baik atau buruk. Jika digambarkan akan seperti ini ( X->[layer baru]->X' ; dimana X adalah informasi yang tersimpan di memori otak kita, [layer baru] merupakan lapisan interkoneksi hasil meditasi, dan X' adalah informasi yang dibungkus dengan penilain baik-buruk).
- Budha Gautama ketika menyendiri bukan melakukan meditasi, tetapi dia berpikir (saya agak ragu tentang ini, karena menurut saya Budha bermeditasi ke goa, tapi berhubung saya gak yakin juga dengan pemikiran saya, saya iyakan saja).
- dalam bermeditasi, semua urusan harus dilepaskan dari pikiran, yang tersisa adalah hembusan nafas kita. Kita hanya mendengarkan inhale dan exhale, tanpa bumbu apa-apa. Inilah yang saya sebut dengan Void Meditation, karena dalam meditasi versi dia, pikiran kita menjadi kosong, memurnikan pikiran sebagai bagian dari brainwashing dari nilai buruk yang selalu menyerang pikiran dalam setiap kesempatan, dari apa yang kita alami yang mempengaruhi emosi dan nafsu dalam kehidupan sehari hari yang pada akhirnya menjadikan keputusan yang kita ambil terdrive oleh emosi+nafsu.
- lalu, apa bedanya dengan tidur (karena ketika kita tidur, kadang kita tidak bermimpi apa-apa, yang artinya pikiran kita kosong, istirahat, bersih dari virus emosi dan nafsu)? Perbedaannya adalah consciousness (kesadaran). Sewaktu kita tidur, kita tidak dalam keadaan inconscious, sedangkan saat meditasi, pikiran kita sadar, kita harus menyadari tarikan dan hembusan nafas.
- meditasi tidak perlu dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Semakin sering orang bermeditasi dengan benar, semakin cepat orang tersebut mencapai tahap ketenangan. 5 menit sudah cukup bagi yang sudah terbiasa bermeditasi.
- meditasi dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, berbaring, duduk, berdiri, dan berjalan. Tergantung kepada kebiasaan dan tingkat kemampuan meditasi seseorang tentunya, karena bagaimana kita bisa melepas pikiran kita terhadap langkah kaki ketika berjalan, sepertinya tidak mudah bermeditasi ketika berjalan. Namun dia tetap bersikeras bahwa itu adalah hal yang memungkinkan.
- saya menjelaskan kepada dia bahwa umat Islam juga mengenail istilah meditasi, namun bukan meditasi hampa (Void Meditation). Contoh sederhananya adalah ketika kita sholat, disaat itu kita melakukan meditasi namun tetap memikirkan sesuatu, yaitu Pencipta Allah SWT. Kita melepas semua hal duniawi yang mencemarkan pikiran kita. Kita mengembalikan segala sesuatu pada akar muasal kausal, yaitu Allah SWT. Dalam bermeditasi, kadang kita juga memikirkan sesuatu seperti mengapa kita diciptakan, untuk apa kita hidup, dan semua itu diarahkan kepada Pencipta yang mutlak adanya. Meditasi seperti itu memberikan pikiran kita pelindung dari nafsu dunia yang secara alami kita miliki. Layer yang memberikan value added untuk menentukan kebaikan dan keburukan. Selubung yang membantu kita menangkis nilai buruk yang ada di sekeliling kita yang kita peroleh dalam keseharian.
Semoga bermanfaat.
Salam FUNtastics,
Noverino Rifai
Visit IslamResource